Friday, November 18, 2016

Life Map


Satyawan Agung Nugroho
165150207111069
Kelompok 50
Cluster 28

Indonesia Emas 2045


 
            Kurang lebih 29 tahun yang akan datang, bangsa Indonesia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 100 tahun. Ya ulang tahun ke 100 selalu dianggap dengan ulang tahun emas. Itulah sebabnya judul essay ini adalah Indonesia Emas 2045.
            Apa yang akan terjadi pada 29 tahun yang akan datang ? Apa yang akan terjadi pada tahun 2045 ? Rupanya, pada tahun 2045, bangsa Indonesia menetapkan tahun itu sebagai tahun tonggak emas atau dapat disebut juga turning point (titik balik) bangsa Indonesia yang tentunya ke arah yang lebih baik. Rupanya, bangsa kita telah merencanakan banyak hal selama 29 tahun mendatang untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 tersebut. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh bangsa kita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 tersebut. Mulai dari rencana-rencana pemerintah dan tindakan lain yang telah direalisasikan. Jika di Amerika Serikat membutuhkan 200 tahun untuk menjadi negara maju, para ahli telah memperkirakan bahwa bukanlah sesuatu yang mustahil untuk bangsa Indonesia dapat menjadi negara hanya dengan 100 tahun setelah bangsa Indonesia merdeka.
            Namun, ada baiknya kita melandaskan cita-cita yang telah kita buat itu kedalam kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Karena, pada Pancasila pun hal itu tertulis pada sila pertama. Jadi selain dengan usaha kita yang keras dan kerjasama kita, kita harus juga menyerahkan cita-cita ini kepada Sang Pencipta. Kalau kita tidak menyerahkan cita-cita kita ini kepada Sang Pencipta, maka bisa saja cita-cita kita yang telah lama kita impikan tidak akan pernah terwujud. Dalam UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 disebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”. Jelas sekali pemerintah pun telah menekankan bahwa dalam dunia pendidikan, kita harus beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
            Pihak pemerintah juga sudah mulai melakukan beberapa tindakan untuk mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia. Salah satu bentuk tindakan pemerintah dapat kita lihat dalam bidang pendidikan. Contoh tindakan langsung pemerintah adalah dibuatnya Undang Undang Pendidikan Nasional dan juga Undang Undang Guru dan Dosen sejak tahun 2005. Pemerintah juga membuat peraturan tentang PAUD dan mengimplementasikannya ke seluruh pelosok yang ada di bangsa ini. Pemerintah menekankan agar sejak anak usia PAUD sudah diterapkan pendidikan budi pekerti dan nilai-nilai budaya yang terdapat pada bangsa ini.
            Kemudian pemerintah juga membuat kurikulum baru untuk diterapkan pada bangku sekolah. Kurikulum baru tersebut dinamakan Kurikulum 2013 atau disingkat Kurtilas. Jika dalam kurikulum sebelumnya yaitu KTSP guru yang aktif dalam memberi penjelasan pada siswa, pada Kurikulum 2013 ini siswa diwajibkan untuk lebih aktif mencari penjelasan tentang materi yang diberikan guru. Kurikulum 2013 ini mulai diterapkan saat saya menduduki bangku SMA. Pada saat itu saya sangat kaget dengan penerapan Kurikulum 2013 yang baru ini karena cara belajarnya sangat berbeda dengan saat saya di SMP. Pada awal penerapannya Kurikulum 2013 ini memang belum berjalan sesuai dengan harapan. Banyak pihak terutama dari para siswa yang merasa kesulitan dalam menjalani sekolah dengan kurikulum baru ini. Para siswa mengeluhkan tentang terlalu sedikitnya materi yang diberikan oleh guru dan mereka menganggap tugas guru yang sesungguhnya untuk mengajar itu mulai tidak terlihat lagi. Hingga pada akhirnya beberapa sekolah memilih untuk kembali ke kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.
            Bangsa ini telah memiliki tekad yang kuat untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045 nantinya. Namun, pada penerapannya masi banyak program-program yang dilaksanakan secara kurang matang. Banyak program atau rencana yang masih terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. Seperti misalnya adalah masalah pendidikan di atas. Niat pemerintah tentu sangat baik yaitu merubah cara belajar siswa-siswa di Indonesia, namun ternyata saat rencana tersebut diterapkan terdapat banyak kekurangan yang ditemukan. Banyaknya kekurangan tersebut disebabkan oleh kurangnya persiapan pemerintah dalam melaksanakan kurikulum baru ini. Dan bisa juga disebabkan karena terburu-burunya persiapan tenaga kerja untuk hal ini adalah guru. Tentu dalam melaksanakan Kurikulum 2013 yang baru ini, pemerintah harus memberi pelatihan khusus untuk para guru agar para guru dapat melaksanakan kurikulum baru ini sesuai rencana pemerintah. Hingga pada akhirnya kurangnya persiapan ini menyebabkan perbedaan antara rencana dan penerapannya pada dunia pembelajaran di sekolah yang sesungguhnya.
            Meskipun bangsa ini telah memiliki tekad yang kuat untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045, pada kenyataannya belum semua pihak yang terdapat pada negara kita ini ikut ambil bagian dalam menyukseskan cita-cita Indonesia emas pada tahun 2045 ini. Banyak elemen-elemen dalam bangsa ini baik bagian pemerintahan ataupun yang lainnya masih belum bisa bekerjasama dengan baik. Dapat dikatakan juga mereka kurang sepakat untuk mewujudkan cita-cita yang indah yang kita tetapkan nanti di tahun 2045. Belum tercapainya kesepakatan itu dapat kita lihat dari tidak selarasnya program yang dibuat oleh departemen-departemen pada bangsa ini. Program yang mereka buat masih terlihat hanya untuk mementingkan bagian mereka saja. Mereka tidak memikirkan cara untuk bekerjasama dengan pihak-pihak lain agar tidak hanya bagian mereka saja yang dipentingkan melainkan lebih memikirkan rencana untuk bekerja bersama-sama, menyatukan bagian-bagian yang ada untuk bersatu agar cita-cita Indonesia emas 2045 tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang kita impikan selama ini. Seharusnya mereka dapat bekerjasama saling membantu untuk mencapai satu tujuan yaitu Indonesia emas pada tahun 2045 nanti.
            Sesungguhnya, bangsa ini sedang mengalami masalah yang menyebabkan terhambat atau lambatnya perkembangan bangsa ini. Masalah yang dimaksud adalah keterpurukan dalam pedoman hidup. Bangsa ini masi belum bisa menganggap dirinya sendiri cukup untuk memenuhi cita-cita Indonesia Emas 2045 tersebut. Bangsa ini masi terlalu bergantung pada negara lain yang seharusnya kita tidak membutuhkan mereka, melainkan merekalah yang membutuhkan kita. Namun terkadang bangsa ini masi belum yakin dengan kemampuan dirinya sendiri bahwa bangsa ini dapat hidup dengan mengolah kekayaan SDA dan SDM dengan baik. Bung Karno mengatakan "Suatu bangsa apabila kehilangan jati dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, bahkan akan punah". Seperti kalimat Bung Karno tersebut, seharusnya kita tidak boleh kehilangan jati diri kita apabila kita mau bertahan hidup atau maju.
            Pada akhirnya, menurut saya apa yang kurang dari bangsa ini adalah persatuan. Apa yang menyebabkan lambatnya kita memajukan bangsa ini adalah kurangnya persatuan. Masi banyak dari kita yang kurang menghargai perbedaan. Banyak pula yang tidak peduli dengan sesamanya sehingga memilih untuk bekerja sesuai kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Jika saja kita dapat menghargai satu sama lain, saya yakin bangsa ini dapat maju dan cita-cita Indonesia Emas tahun 2045 itupun bukan sesuatu yang mustahil. Majulah Indonesia !