Kurang lebih 29 tahun yang akan datang, bangsa Indonesia
akan merayakan ulang tahunnya yang ke 100 tahun. Ya ulang tahun ke 100 selalu
dianggap dengan ulang tahun emas. Itulah sebabnya judul essay ini adalah
Indonesia Emas 2045.
Apa yang akan terjadi pada 29 tahun yang akan datang ?
Apa yang akan terjadi pada tahun 2045 ? Rupanya, pada tahun 2045, bangsa
Indonesia menetapkan tahun itu sebagai tahun tonggak emas atau dapat disebut
juga turning point (titik balik) bangsa Indonesia yang tentunya ke arah yang
lebih baik. Rupanya, bangsa kita telah merencanakan banyak hal selama 29 tahun
mendatang untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 tersebut. Berbagai
persiapan telah dilakukan oleh bangsa kita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045
tersebut. Mulai dari rencana-rencana pemerintah dan tindakan lain yang telah
direalisasikan. Jika di Amerika Serikat membutuhkan 200 tahun untuk menjadi
negara maju, para ahli telah memperkirakan bahwa bukanlah sesuatu yang mustahil
untuk bangsa Indonesia dapat menjadi negara hanya dengan 100 tahun setelah
bangsa Indonesia merdeka.
Namun, ada baiknya kita melandaskan cita-cita yang telah
kita buat itu kedalam kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Karena, pada Pancasila pun
hal itu tertulis pada sila pertama. Jadi selain dengan usaha kita yang keras
dan kerjasama kita, kita harus juga menyerahkan cita-cita ini kepada Sang
Pencipta. Kalau kita tidak menyerahkan cita-cita kita ini kepada Sang Pencipta,
maka bisa saja cita-cita kita yang telah lama kita impikan tidak akan pernah
terwujud. Dalam UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3
disebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”. Jelas sekali pemerintah
pun telah menekankan bahwa dalam dunia pendidikan, kita harus beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pihak pemerintah juga sudah mulai melakukan beberapa
tindakan untuk mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia. Salah satu bentuk
tindakan pemerintah dapat kita lihat dalam bidang pendidikan. Contoh tindakan
langsung pemerintah adalah dibuatnya Undang Undang Pendidikan Nasional dan juga
Undang Undang Guru dan Dosen sejak tahun 2005. Pemerintah juga membuat
peraturan tentang PAUD dan mengimplementasikannya ke seluruh pelosok yang ada
di bangsa ini. Pemerintah menekankan agar sejak anak usia PAUD sudah diterapkan
pendidikan budi pekerti dan nilai-nilai budaya yang terdapat pada bangsa ini.
Kemudian pemerintah juga membuat kurikulum baru untuk
diterapkan pada bangku sekolah. Kurikulum baru tersebut dinamakan Kurikulum
2013 atau disingkat Kurtilas. Jika dalam kurikulum sebelumnya yaitu KTSP guru
yang aktif dalam memberi penjelasan pada siswa, pada Kurikulum 2013 ini siswa
diwajibkan untuk lebih aktif mencari penjelasan tentang materi yang diberikan
guru. Kurikulum 2013 ini mulai diterapkan saat saya menduduki bangku SMA. Pada
saat itu saya sangat kaget dengan penerapan Kurikulum 2013 yang baru ini karena
cara belajarnya sangat berbeda dengan saat saya di SMP. Pada awal penerapannya
Kurikulum 2013 ini memang belum berjalan sesuai dengan harapan. Banyak pihak
terutama dari para siswa yang merasa kesulitan dalam menjalani sekolah dengan
kurikulum baru ini. Para siswa mengeluhkan tentang terlalu sedikitnya materi
yang diberikan oleh guru dan mereka menganggap tugas guru yang sesungguhnya
untuk mengajar itu mulai tidak terlihat lagi. Hingga pada akhirnya beberapa
sekolah memilih untuk kembali ke kurikulum sebelumnya yaitu KTSP.
Bangsa ini telah memiliki tekad yang kuat untuk mencapai
Indonesia emas pada tahun 2045 nantinya. Namun, pada penerapannya masi banyak
program-program yang dilaksanakan secara kurang matang. Banyak program atau
rencana yang masih terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya. Seperti misalnya
adalah masalah pendidikan di atas. Niat pemerintah tentu sangat baik yaitu
merubah cara belajar siswa-siswa di Indonesia, namun ternyata saat rencana
tersebut diterapkan terdapat banyak kekurangan yang ditemukan. Banyaknya kekurangan
tersebut disebabkan oleh kurangnya persiapan pemerintah dalam melaksanakan
kurikulum baru ini. Dan bisa juga disebabkan karena terburu-burunya persiapan
tenaga kerja untuk hal ini adalah guru. Tentu dalam melaksanakan Kurikulum 2013
yang baru ini, pemerintah harus memberi pelatihan khusus untuk para guru agar
para guru dapat melaksanakan kurikulum baru ini sesuai rencana pemerintah.
Hingga pada akhirnya kurangnya persiapan ini menyebabkan perbedaan antara
rencana dan penerapannya pada dunia pembelajaran di sekolah yang sesungguhnya.
Meskipun bangsa ini telah memiliki tekad yang kuat untuk
mencapai Indonesia emas pada tahun 2045, pada kenyataannya belum semua pihak
yang terdapat pada negara kita ini ikut ambil bagian dalam menyukseskan
cita-cita Indonesia emas pada tahun 2045 ini. Banyak elemen-elemen dalam bangsa
ini baik bagian pemerintahan ataupun yang lainnya masih belum bisa bekerjasama
dengan baik. Dapat dikatakan juga mereka kurang sepakat untuk mewujudkan
cita-cita yang indah yang kita tetapkan nanti di tahun 2045. Belum tercapainya
kesepakatan itu dapat kita lihat dari tidak selarasnya program yang dibuat oleh
departemen-departemen pada bangsa ini. Program yang mereka buat masih terlihat
hanya untuk mementingkan bagian mereka saja. Mereka tidak memikirkan cara untuk
bekerjasama dengan pihak-pihak lain agar tidak hanya bagian mereka saja yang
dipentingkan melainkan lebih memikirkan rencana untuk bekerja bersama-sama,
menyatukan bagian-bagian yang ada untuk bersatu agar cita-cita Indonesia emas
2045 tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang kita impikan selama ini. Seharusnya
mereka dapat bekerjasama saling membantu untuk mencapai satu tujuan yaitu
Indonesia emas pada tahun 2045 nanti.
Sesungguhnya, bangsa ini sedang mengalami masalah yang menyebabkan
terhambat atau lambatnya perkembangan bangsa ini. Masalah yang dimaksud adalah
keterpurukan dalam pedoman hidup. Bangsa ini masi belum bisa menganggap dirinya
sendiri cukup untuk memenuhi cita-cita Indonesia Emas 2045 tersebut. Bangsa ini
masi terlalu bergantung pada negara lain yang seharusnya kita tidak membutuhkan
mereka, melainkan merekalah yang membutuhkan kita. Namun terkadang bangsa ini
masi belum yakin dengan kemampuan dirinya sendiri bahwa bangsa ini dapat hidup
dengan mengolah kekayaan SDA dan SDM dengan baik. Bung Karno mengatakan "Suatu bangsa apabila kehilangan jati
dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, bahkan akan
punah". Seperti kalimat Bung Karno tersebut, seharusnya kita tidak
boleh kehilangan jati diri kita apabila kita mau bertahan hidup atau maju.
Pada akhirnya, menurut saya apa yang kurang dari bangsa
ini adalah persatuan. Apa yang menyebabkan lambatnya kita memajukan bangsa ini
adalah kurangnya persatuan. Masi banyak dari kita yang kurang menghargai perbedaan.
Banyak pula yang tidak peduli dengan sesamanya sehingga memilih untuk bekerja
sesuai kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Jika
saja kita dapat menghargai satu sama lain, saya yakin bangsa ini dapat maju dan
cita-cita Indonesia Emas tahun 2045 itupun bukan sesuatu yang mustahil. Majulah
Indonesia !
No comments:
Post a Comment